Keamanan sistem operasi merupakan bagian masalah pada suatu
keamaan sistem komputer dengan akses secara total yang telah menjadi bagian
yang dapat meningkatkan kepentingannya sendiri.
Dalam jaringan komputer khususnya yang berkaitan dengan aplikasi
yang melibatkan berbagai kepentingan akan banyak terjadi hal yang dapat mengganggu
kestabilan koneksi jaringan komputer tersebut, baik yang berkaitan dengan
hardware meliputi pengamanan fisik, sumber daya listrik maupun yang berkaitan
dengan software yang meliputi sistem, konfigurasi, hak akses, dll.
Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada jaringan komputer
yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan komunikasi. Setiap
komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan. Sistem keamanan
membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan
antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus.
Ada beberapa gangguan yang terjadi pada keamanan sistem operasi jaringan
diantaranya yang paling banyak dikenal adalah:
§ Hacking
Berupa perusakan pada
infrastruktur jaringan yang sudah ada, misalnya perusakan pada sistem dari
suatu server
§ Phising
Berupa pemalsuan terhadap data
resmi dilakukan untuk hal yang berkaitan dengan pemanfaataanya.
§ Deface
Perubahan terhadap tampilan suatu
website secara illegal.
§ Carding
Pencurian data terhadap identitas
perbankan seseorang, misalnya pencurian kartu kredit.
§ Sniffing
Suatu pemantauan elektronik
terhadap jaringan digital untuk mengetahui password atau data lainnya. Ada
beragam teknik sniffing atau juga dikenal sebagai eavesdropping, yakni: shoulder
surfing (pengamatan langsung terhadap display monitor seseorang untuk
memperoleh akses), dumpster diving (mengakses untuk memperoleh password dan
data lainnya), digital sniffing (pengamatan elektronik terhadap jaringan untuk
mengungkap password atau data lainnya).
§ Spam
Penyalahgunaan sistem pesan
elektronik (termasuk media penyiaran dan sistem pengiriman digital) untuk
mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal. Spam menampilkan
berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh
penerimanya. Pada akhirnya, spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para
pengguna situs web. Orang yang menciptakan spam elektronik disebut spammers.
§ Spoofing
Teknik yang digunakan untuk
memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi dimana
penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa
mereka adalah host yang dapat dipercaya.
§ SQL Injection
Jenis aksi hacking pada keamanan
komputer di mana seorang penyerang bisa mendapatkan akses ke basis data di
dalam sistem. SQL injection yaitu serangan yang mirip dengan serangan XSS dalam
bahwa penyerang memanfaatkan aplikasi vektor dan juga dengan Common dalam
serangan XSS.
§ DoS (Denial Of Service)
Jenis serangan terhadap sebuah
komputer atau server di dalam jaringan internetdengan cara menghabiskan sumber
(resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak
dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung
mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang
diserang tersebut.
§ Social Engineering
Pemerolehan informasi atau
maklumat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi tersebut. Social
engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering
merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh
informasi tentang targetnya.
§ Dll.
Jenis-Jenis
Keamanan pada Sistem Operasi Jaringan
Jenis kejahatan komputer dapat digolongkan ke dalam beberapa
jenis. Mulai dari jenis yang sangat berbahaya sampai ke jenis kejahatan yang
hanya membuat pengguna jaringan kesal. Oleh sebab itu, Sistem keamanan sangat
diperlukan untuk pengguna agar nyaman
dan aman!
Sebuah jaringan komputer harus memiliki untuk menghindari
berbagai macam serangan oleh para hacker/cracker. Bagi para administrator
jaringan pun harus jeli dalam menggunakan jenis sistem keamanan yang digunakan.
Nah ada
berbagai jenis keamanan yang anda harus ketahui diantaranya:
1.
Keamanan
Fisik
Keamanan Fisik menfokuskan pada strategi untuk mengamankan
pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai
ancaman. Jenis keamanan fisik termasuk juga akses orang ke gedung serta
perlatan dan media yang digunakan. Keamanan fisik ini meliputi seluruh sistem
beserta peralatan, peripheral, dan media yang digunakan.
Misalnya: Wiretapping : merupakan jenis Physical security yang
berhubungan dengan akses ke kabel atau komputer yang digunakan, Pada proses
wiretapping, penyadapan melakukan proses pengambilan data yang ditransmisikan
pada saluran kabel komunikasi dengan menggunakan sambungan perangkat
keras.
Denial of service : Denial Of`Service biasanya
membanjiri jaringan tersebut dengan pesan-pesan yang sangat banyak jumlahnya.
Secara sederhana Denial Of Service memanfaatkan celah lubang keamanan pada
protokol TCP/IP yang dikenal dengan Syn flood, yaitu sistem target yang dituju
akan dibanjiri oleh permintaan yang sangat banyak jumlahnya (Flooding),
sehingga akses jaringan menjadi sibuk.
2.
Keamanan Data dan Media
Merupakan jenis keamanan yang berhubungan dengan kelemahan dari
software yang digunakan untuk memproses dan megelola data. Kejahatan ini
dilakukan oleh seorang yang tidak bertanggung jawab dengan memasang backdoor
atau meyebarkan virus atau trojan, dll. sehingga orang tersebut mendapatkan
password atau hak akses yang bukan miliknya.
3.
Keamanan Dari Pihak Luar
Memanfaatkan faktor kelemahan atau kecerobohan dari orang
menggunakan jaringan tersebut (klien) ini merupakan salah satu tindakan yang
diambil oleh seorang hacker maupun cracker untuk dapat masuk pada sistem yang
menjadi targetnya. Hal ini biasanya disebut Social Engineering. Social
engineering merupakan tingkatan tertinggi dalam dunia hacking.
4.
Keamanan jaringan
Biasanya memanfaatkan celah atau port yang terbuka dll. dan
pengamanan jaringan adalah dengan menggunakan firewall atau pun proxy yang
digunakan untuk mem-filter user yang akan menggunakan jaringan.
5.
Keamanan Otorisasi Akses
Otorisasi akses adalah penggunaan password atau kata sandi jika
kita ingin mengakses sesuatu di jaringan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan
hanya user tertentu saja yang diperbolehkan untuk mengakses jaringan.
6.
Keamanan Proteksi Virus
Virus adalah sebuah metode penyerangan sistem komputer dengan
menggunakan sebuah program yang dapat membuat sistem kacau dan mengalami
kerusakan. Virus sendiri bisa diatasi dengan menginstall antivirus pada
komputer dan selalu update databasenya yang terbaru agar virus kekinian biar
kedetect oleh antivirusnya.
7.
Keamanan Dalam Operasi
Merupakan jenis keamanan jaringan yang berhubungan dengan
prosedur untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan. Makanya harus dibentu
SOP (Standar Operasional Prosedur).
Algoritma Keamanan pada Sistem Operasi Jaringan
Pengertian Algoritma, adalah suatu urutan dari beberapa langkah
yang logis guna menyelesaikan masalah. Pada saat kita memiliki masalah, maka
kita harus dapat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan
langkah-langkah yang logis.
Beberapa
macam algoritma diantaranya:
1. Algoritma Genetika
(Genetic Algorithm, GA)
Algoritma Genetika pada dasarnya adalah program komputer yang
mensimulasikan proses evolusi. Dalam hal ini populasi dari kromosom dihasilkan
secara random dan memungkinkan untuk berkembang biak sesuai dengan hukum-hukum
evolusi dengan harapan akan menghasilkan individu kromosom yang prima. Kromosom
ini pada kenyataannya adalah kandidat penyelesaian dari masalah, sehingga bila
kromosom yang baik berkembang, solusi yang baik terhadap masalah diharapkan
akan dihasilkan. Algoritma genetika sangat tepat digunakan untuk penyelesaian
masalah optimasi yang kompleks dan sukar diselesaikan dengan menggunakan metode
yang konvensional. Sebagaimana halnya proses evolusi di alam, suatu algoritma
genetika yang sederhana umumnya terdiri dari tiga operator yaitu: operator
reproduksi, operator crossover (persilangan) dan operator mutasi.
2.
Divide and Conquer
Paradigma untuk membagi suatu permasalahan besar menjadi
permasalahan-permasalahan yang lebih kecil.
3.
Dynamic programming
Paradigma pemrograman dinamik akan sesuai jika digunakan pada
suatu masalah yang mengandung sub-struktur yang optimal dan mengandung beberapa
bagian permasalahan yang tumpang tindih.
4.
Metode serakah
Sebuah algoritma serakah mirip dengan sebuah Pemrograman dinamik,
bedanya jawaban dari submasalah tidak perlu diketahui dalam setiap tahap dan
menggunakan pilihan "serakah" apa yang dilihat terbaik pada saat itu.
5.
Algoritma Greedy
ALgoritma greedy merupakan salah satu dari sekian banyak
algoritma yang sering di pakai dalam implementasi sebuah system atau program
yang menyangkut mengenai pencarian “optimasi” Di dalam mencari sebuah solusi
(optimasi) algoritma greedy hanya memakai 2 buah macam persoalan
Optimasi,yaitu: 1. Maksimasi (maxizimation) 2. Minimasi (minimization) Sekarang
kita lanjut ke contoh soal yang aja ya..biar lebih enak membedakan antara soal
mengenai optimasi/maksimasi dengan minimum/minimasi.
6.
Algoritma Dijkstra
Algoritma Dijkstra, (dinamai menurut penemunya, seorang ilmuwan
komputer, Edsger Dijkstra), adalah sebuah algoritma rakus (greedy algorithm)
yang dipakai dalam memecahkan permasalahan jarak terpendek (shortest path
problem) untuk sebuah graf berarah (directed graph) dengan bobot-bobot sisi
(edge weights) yang bernilai tak-negatif. Misalnya, bila vertices dari sebuah
graf melambangkan kota-kota dan bobot sisi (edge weights) melambangkan jarak
antara kota-kota tersebut, maka algoritma Dijkstra dapat digunakan untuk
menemukan jarak terpendek antara dua kota. Input algoritma ini adalah sebuah
graf berarah yang berbobot (weighted directed graph) G dan sebuah sumber vertex
s dalam G dan V adalah himpunan semua vertices dalam graph G. Setiap sisi dari
graf ini adalah pasangan vertices (u,v) yang melambangkan hubungan dari vertex
u ke vertex v. Himpunan semua tepi disebut E. Bobot (weights) dari semua sisi
dihitung dengan fungsi w: E → [0, ∞) jadi w(u,v) adalah jarak tak-negatif dari
vertex u ke vertex v. Ongkos (cost) dari sebuah sisi dapat dianggap sebagai
jarak antara duavertex, yaitu jumlah jarak semua sisi dalam jalur tersebut.
Untuk sepasang vertex s dan t dalam V, algoritma ini menghitung jarak terpendek
dari s ke t.
7.
Algoritma Kriptografi
Algoritma kriptografi atau cipher , dan juga sering disebut
dengan istilahsandi adalah suatu fungsi matematis yang digunakan untuk
melakukan enkripsi dan dekripsi (Schneier, 1996). Ada dua macam algoritma
kriptografi, yaitu algoritma simetris (symmetric algorithms) dan algoritma
asimetris(asymmetric algorithms).
8.
Algoritma Random
Algoritma random sering dibutuhkan ketika membuat AI untuk
musuh, misalnya untuk memunculkan pasukan musuh secara random. fungsi sederhana
berikut ini digunakan untuk mencari nilai random dari bilangan antara min –
max. var a = Math.floor(Math.random() * (max – min + 1)) + min; misalnya min =
1 dan max = 10, maka akan menghasilkan nilai random pada var a pada kisaran
1-10.
Pertanyaan :
Kelas XII TKJ 1, XII TKJ 2, XII TKJ 3, XII TKJ 4
"Dari beberapa gangguan / serangan jaringan di atas, mana yang menurut anda yang paling disukai. jelaskan alasannya ?"
Tulis jawabannya di kolom komentar di bawah ini, dan tuliskan nama dan kelas anda.
Pertanyaan harus sudah dijawab sebelum waktu selesai atau maksimal sampai 10 Agustus 2017 jam 24.00 WIB. Terima Kasih
Sumber : elisiarahayu13.blogspot.co.id, www.sibro21.org